Penjualan Karcis Objek Wisata Pantai Air Manis Meningkat 400 Persen

Padang – Penjualan karcis Pantai Air Manis meningkat 400 persen pada Januari-Maret 2018 dibanding periode yang sama pada 2017, kata Pejabat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Sumatera Barat.

“Pada Januari-Maret 2017 penjualan karcis sekitar Rp170 juta dan meningkat pada 2018 mencapai Rp540 juta,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Padang, Medi Iswandi di Padang, Sabtu.

Ia menyebutkan meningkatnya pendapatan dari Pantai Air Manis tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti fasilitas jalan yang sudah bagus dan mudah dilalui, adanya bus pariwisata gratis setiap Sabtu dan Minggu, kemudian juga promosi dari pemerintah dan agen perjalanan wisata.

Pemerintah kota, lanjutnya juga terus berkoordinasi dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA)sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan usaha perjalanan wisata dan juga wisatawan.

“Setiap libur akhir pekan maupun libur panjang ribuan wisatawan mengunjungi Pantai Air Manis terutama sejak dibukanya jalan baru dari Bukit Gado-Gado,” ujarnya.

Menurutnya wisatawan dalam negeri yang berkunjung ke Sumbar didominasi dari daerah Riau, Jambi, Jakarta dan beberapa daerah tetangga lainnya, wisatawan mancanegara juga cukup banyak.

Selain itu, pihaknya saat ini juga terus mengembangkan potensi atraksi wisata atau pengunjung bisa terlibat langsung seperti wisata pukat hela atau “maelo pukek” sebagai salah satu daya tarik pengunjung.

“Salah satu yang sudah menjadi tren saat ini adalah wisata pukat hela atau “maelo pukek” bersama nelayan,” kata dia.

Menurutnya wisatawan, apalagi mancanegara pada umumnya tidak mengetahui bagaimana cara nelayan menangkap ikan sehingga ketika berwisata mereka mendapatkan pengalaman tersebut.

Sebelumnya Asita Sumbar menyarankan pemerintah provinsi bisa meniru cara-cara yang dilakukan oleh Malaysia dalam menggaet wisatawan sehingga kunjungan turis ke Sumbar bisa terus naik.

“Saat ini ada dua kali penerbangan langsung dari Padang ke Kuala Lumpur, ini merupakan potensi yang bisa dioptimalkan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan asal Malaysia,” kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.

Menurutnya salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah menyediakan semua kebutuhan wisatawan dan memberikan pelayanan terbaik.

Sumber : sumbar.antaranews.com