Jalan Tol Padang – Pekanbaru Selesai Akan Berdampak pada Pariwisata

Pengerjaan jalan tol Padang-Pekanbaru belum juga rampung hingga saat ini diakibatkan oleh pembebasan lahan yang tidak kunjung selesai. Sementara di beberapa titik terjadi penolakan, hal tersebut membuat banyak pihak merasa prihatin.

Salah seorang pelaku pariwisata juga pemilik penginapan kelas melati di Kota Padang, Sandy Sitia mengungkapkan bahwa pembangunan jalan tol tersebut akan menjadi keuntungan bagi Sumbar, terutama pariwisata.

“Padahal kalau jalan tol Padang-Pekanbaru itu siap, maka sektor pariwisata Sumbar langsung melesat,” ucap Sandy Sitia pada Minggu (1/3).

Dijelaskannya, jalan tol yang dibangun tersebut nantinya akan memperpendek jarak tempuh antara Padang-Pekanbaru, yang biasanya 6 sampai 8 jam, kalau lewat tol bisa jadi 3 atau 4 jam.

Kemudian memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Dengan itu, diyakininya akan banyak warga Riau yang memanfaatkan liburannya ke Sumbar, untuk menikmati keindahan alam dan kuliner Ranah Minang.

“Akhir pekan akan banyak warga Riau yang datang ke Sumbar. Apalagi kalau libur panjang, penginapan dan tempat-tempat wisata akan dipenuhi oleh plat BM,” terang Sandy, yang merasakan langsung banyaknya wisatawan dari Riau yang menginap ditempatnya ketika libur-libur panjang.

Di Riau itu uang banyak, tapi tempat-tempat wisata terbatas, sementara di Sumbar lengkap, mulai dari laut, danau, gunung dan suasana alam yang sejuk. “Saya yakin, kalau tol itu siap, setiap akhir pekan, Bukittinggi dan sekitarnya akan dipenuhi oleh wisatawan dari Riau, termasuk juga mereka ke Padang, dan seterusnya ke Pesisir Selatan,” sebut Sandy.

Untuk itu, Sandy berharap pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru tidak mengalami kendala, karena infrastruktur jalan tersebut merupakan upaya strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumbar, khususnya dari sektor pariwisata yang mempunyai multiplier effect, yang mampu menggerakkan perenomian masyarakat, mulai dari penginapan, transportasi, kuliner dan penjualan pernak-pernik.

Dalam kondisi perekonomian global yang melambat saat ini, apalagi dengan adanya virus Corona. Menurut Sandy, tidak ada pilihan lain bagi Sumbar, sektor pariwisata lokal harus menjadi perhatian khusus.


Ketentuan : 
Berita ini dan semua isi dari sumbar.travel diperbolehkan untuk diperbanyak, disebarluaskan dan dirubah seperlunya dengan mencantumkan sumber sumbar.travel

Sekilas Sumbar.Travel

Sumbar.travel merupakan situs publikasi kepariwisataan yang dikelola tim yang dibentuk Dinas Pariwisata Sumbar. Untuk menyebarkan informasi Dinas Pariwisata menggunakan situs sumbar.travel, media sosial @sumbartravel, bekerjasama dengan GenPI Sumbar. Publikasi juga dilakukan melalui kerjasama dengan media luar ruang dan media massa. Paragraph

Ingin kegiatan, lembaga atau profil usaha pariwisata anda dipublikasikan? Kirimkan informasinya ke email news@sumbar.travel