Dukung Sektor Pariwisata untuk Bangun Kembali Perekonomian

Sejak mewabahnya Virus Corono pada Desember 2019 silam, berbagai sektor melemah, termasuk pariwisata. Di Sumatera Barat sendiri, hampir tiga bulan lamanya tidak dikunjungi. Tak berdaya membendung pandemi Covid-19. Termasuk Kota Bukittinggi.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dalam membangun kembali perekonomian dari sektor pariwisata.

“Membangkitkan pariwisata di tengah pandemi ini, yang penting bukan bagaimana kembali ke keadaan semula sesegera mungkin. Tetapi, apa langkah-langkah keamanan yang diperlukan agar wisatawan merasa aman saat berkunjung,” kata Ramlan pada Jumat (12/6).

Memang tidak bisa dipungkiri, sektor pariwisata sangat terpukul akibat pandemi tersebut. Pembatasan sosial dan karantina membuat pelaku industri pariwisata lesu.

Walikota Bukittinggi Ramlan mengungkapkan, sektor pariwisata adalah hal yang komplit. Membangun tak cukup sampai pada destinasinya saja. Melainkan perlu dukungan dari berbagai sektor, mulai dari transportasi, kuliner, perhotelan kebudayaan dan lain sebagainya.

“Di dalam kondisi Covid-19 ini, kita tidak inginkan pariwisata tertinggal dan lumpuh. Karena ekonomi Bukittinggi bersumber dari pariwisata dan perdagangan. Kalau tidak cepat digerakkan akan muncul persoalan sosial yang lebih berat,” tukas Walikota Ramlan.

Untuk destinasi wisata Kota Bukittinggi sendiri, kata Wako telah dibuka pada 30 Mei 2020 lalu. Pihaknya memberi garansi persoalan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan lewat SOP dan standar kesehatan yang sudah disiapkan bahkan diterapkan saat berkunjung ke objek wisata di Kota Jam Gadang tersebut.

Jaminan kesehatan yang diberikan Wako Bukittinggi memang sudah mencapai standar kesehatan, seperti melakukan parid test ke seluruh petugas yang berada di lapangan objek wisata bahkan karyawan hotel.

Langkah ini diambil untuk menimbulkan kepercayaan para wisatawan untuk berkunjung ke Bukittinggi. Hal ini sempat digaungkan dalam webinar dengan tajuk “Kesiapan Nurmal Baru Destinasi Wisata Indonesia” yang digelar di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumatera Barat yang dimoderatori oleh Ketua Astindo DPD Sumbar, Nasirman Chan pada Kamis (11/6) lalu.

“Kita juga tidak ingin larut dalam masalah ini. Kuncinya disiplin. Sepanjang masyarakat disiplin dengan standar kesehatan, pakai masker, mencuci tangan, manjaga jarak maka akan aman dan akan menimbulkan kepercayaan bagi tamu-tamu yang datang dari luar,” tegas Walikota Bukittinggi Ramlan.

Langkah berani ini sempat diaperiasi oleh Sekjen DPP Astindo, Pauline Suharno dan Edwin Himna dari Tren Tour Yogyakarta saat webinar tersebut. Mereka mendukung optimisme Wako Ramlan dalam upaya pemulihan kembali kepariwisataan di Bukittinggi dan kesiapannya menerima tamu dengan penerapan standar kesehatan Covid-19.

Selain Kota Bukittinggi yang berdampak dari wabah Covid-19 tersebut, Kota Pariaman juga terkena imbasnya yang berdampak kepada perekonomian masyarakat.

Bahkan Pemerintah Kota Pariaman Genius Umar berharap organisasi dan pelaku pariwisata Sumatera Barat bahkan nasional membantu mempromosikan destinasi di daerahnya.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan, destinasi wisata di Kota Pariaman sudah ditutup selama 3 bulan akibat pandemi Covid-19. Imbasnya kepada perekonomian, sehingga muncul desakan agar pemerintah membuka kembali objek wisata.

“Sehari, saat objek wisata dibuka pada 8 Juni 2020, jumlah wisatawan ke Kota Pariaman langsung membludak sehingga pemerintah terpaksa membuat kebijakan dengan retribusi kepada setiap wisatawan yang memasuki pantai,” ujar Wako Pariaman Genius Umar.

Tujuannya adalah untuk membatasi jumlah pengunjung dan juga ketertiban terhadap protokol kesehatan serta untuk meningkatkan PAD.

Wako Pariaman Genius beraharap, partisipasi seluruh organisasi dan pelaku pariwisata serta Kadin yang bergerak di bidang pariwisata, untuk mempromosikan kembali destinasi wisata Kota Tabuik tersebut yang sudah kembali dibuka.

Menurut Wako Pariaman, seluruh pihak harus bahu membahu membangun pariwisata agar kembali menggeliat meskipun dalam situasi pandemi. Terutama harus bisa beradaptasi dengan fase normal baru.

Kota Pariaman memiliki banyak destinasi wisata yang patut dikunjungi seperti penangkaran penyu, kawasan mangrove, Pantai Kata, Pantai Gandoriah dan wisata pulau-pulau. Semua objek wisata tersebut mampu membangkitkan ekonomi Kota Pariaman sehingga di PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Pariaman cukup tinggi.

Kemudian, pemerintah juga telah mengubah pulau-pulau sehingga menjadi destinasi wisata baik zonasi inti sebagai kawasan konservasi maupun zonasi yang bersifat terbuka. Pemko Pariaman ini juga mempromosikan Desa Wisata yang dikelola menggunakan Dana Desa.

“Dari 55 desa di Kota Pariaman, rata- rata memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang pariwisata, ekonomi kreatif dan bidang pertanian,” ujar Genius.

Apalagi Kota Pariaman juga memiliki sekolah yang tidak dimiliki daerah manapun di Indonesia, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) di Desa Apar. Sekolah ini merupakan tempat pelatihan beruk agar bisa memanjat dan memetik kelapa.


Ketentuan : 
Berita ini dan semua isi dari sumbar.travel diperbolehkan untuk diperbanyak, disebarluaskan dan dirubah seperlunya dengan mencantumkan sumber sumbar.travel

Sekilas Sumbar.Travel

Sumbar.travel merupakan situs publikasi kepariwisataan yang dikelola tim yang dibentuk Dinas Pariwisata Sumbar. Untuk menyebarkan informasi Dinas Pariwisata Sumbar menggunakan situs sumbar.travel, media sosial @sumbartravel, bekerjasama dengan GenPI Sumbar. Publikasi juga dilakukan melalui kerjasama dengan media luar ruang dan media massa. Paragraph

Ingin kegiatan, lembaga atau profil usaha pariwisata anda dipublikasikan? Kirimkan informasinya ke email: news@sumbar.travel

Informasi resmi Dinas Pariwisata Sumbar, bisa didapatkan di http://dispar.sumbarprov.go.id/