Bukittinggi Jadi Grand Start TdS 2018

Padang – Kota Wisata Bukittinggi terpilih menjadi lokasi grand start Tour de Singkarak (TdS) ke-10 tahun 2018 sementara Kota Pariaman menjadi grand finish, kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit.

“Ini sudah disepakati dan disampaikan ke kementerian segera. Sementara persoalan teknis lain akan dibicarakan kembali,” kata dia di Padang, Senin.

Kesepakatan itu diambil dalam rapat koordinasi TdS 2018 diikuti oleh perwakilan 19 kabupaten dan kota, minus Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dipilihnya Bukittinggi sebagai lokasi grand start disebabkan perwakilan Kabupaten Solok yang sebelumnya juga diusulkan, terlambat mengikuti rapat. Selain itu, Solok sebelumnya juga sudah menjadi tuan rumah pada 2016.

Perwakilan Kabupaten Solok yang kemudian hadir tidak mempersoalkan grand start diambil Bukittinggi, tetapi mereka meminta salah satu etape mengelilingi penuh Danau Singkarak sebagai ikon lomba.

Nasrul Abit meminta Dinas PUPR provinsi melakukan survei terhadap jalan keliling danau yang merupakan kewenangan provinsi. Jika memungkinkan, salah satu etape akan diatur mengelilingi danau indah tersebut.

Pelaksanaan TdS ke-10 diperkirakan pada 3-11 November 2018, namun masih bisa berubah sesuai kalender even Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International).

Persoalan pelaksanaan TdS 2018 diperkirakan masih tetap sama dengan tahun lalu, yaitu kelaikan jalan yang akan dilewati untuk sembilan etape. Karena itu sejak awal persiapan harus benar-benar dimaksimalkan.

Sementara itu terkait anggaran, untuk 2018 Kementerian Pariwisata hanya mengucurkan sekitar Rp400 juta dan anggaran provinsi Rp500 juta. Total anggaran yang dibutuhkan diluar anggaran pusat dan provinsi akan ditanggung oleh kabupaten dan kota.

Wakil Bupati Sijunjung Arrival Boy mengatakan pihaknya bersedia menyumbang untuk pelaksanaan TdS, tetapi manfaatnya harus jelas untuk daerah.

“Kami tidak ingin setiap tahun harus beradu argumen dengan DPRD terkait manfaat kegiatan ini,” katanya.

Tour de Singkarak merupakan kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Sumbar.

Kejuaraan itu pertama kali digelar pada 2009 dan merupakan balapan jalan raya jarak jauh yang berlangsung selama seminggu hingga 9 hari.

Sesuai namanya, Singkarak, yang merupakan danau terbesar di Sumbar menjadi bagian dari jalur lintasan Tour de Singkarak, selain beberapa kawasan wisata lain pada 18 kabupaten dan kota.

Sumber : sumbar.antaranews.com