Wagub Nasrul Abit, Pembangunan Monumen TDS sebagai Simbol Pariwisara Sumbar

Solok – Pembangunan Monumen Tour de Singkarak (TdS)  di sekitar lokasi danau Singakarak merupakan simbol kemajuan pariwisata Sumatera Barat karena terhitung selama 10 tahun penyelenggaraannya, TdS selalu dijalankan dengan baik.

“Saat ini, sudah ada satu tempat di dermaga Pasangrahan Singkarak dan satu lagi lokasi Sandiang Baka luasnya sekitar 1,8 ha. Namun ini perlu dipelajari lagi oleh Dinas PU agar dapat dipastikan dimana lokasi yang tepat dan memungkin monumen ini menjadi lokus baru yang dapat menggerak ekonomi masyarakat di sekita Danau Singakarak”, hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat melakukan kunjungan kerja meninjau lokasi rencana pembangunan monumen TdS dalam rangka 10 tahun sejak TdS digelar tahun 2007, Solok Rabu (15/8/2018). Ikut mendampingi Sekretaris Daerah Pemkab Solok,  Drs. Aswirman,  dan Kepala Dinas Pariwisata Kab. Solok, Plh. Kadis Pariwisata Sumbar Didit P Santoso.

Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan pembangunan monumen TdS dan  rest area di lokasi kebun teh gunung Talang merupakan sarana pendukung dalam menggerakan kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Solok.

Sebuah rest area yang telah direncanakan oleh Pemkab Solok di Aia Batumbuak Gunung Talang, tanahnya telah sediakan oleh pihak PTP 6 seluas 2 ha dan apabila butuh penambahan nanti dapat menyesuaikan dengan kondisi lahan yang ada. Menariknya, lokasi rest area ini merupakan titik lokasi strategis bagi orang yang akan berkunjung ke Lokasi Seribu Rumah Gadang dan Kawasan Mandeh Pessel.

“Rest area yang akan dilengkapi dengan tempat ibadah (Masjid) ini, selain dapat menjadi tempat istirahat (sholat, makan, minum, dan belanja) bagi masyarakat dan wisatawan juga akan menjadi tempat promosi UKM dan informasi pariwisata dan aktifitas ekonomi dan budaya lainnya”, harap Nasrul Abit.

Plh. Kadis Pariwisata Didit P Santoso menambahkan, soal pembangunan monumen TdS tentu diharapkan mampu menjadi brand image yang dapat menjadi lokus baru yang lebih baik sarana dan prasarananya dan menjadi tempat baru yang menarik banyak orang untuk berkunjung.

Dampak pembangunan monumen ini tentunya diharapkan akan dapat mendorong kreatif masyarakat baik dalam usaha kecil menengah ataupun kegiatan yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan di lokasi tersebut.

Lokasi monumen TdS ini nanti dapat menjadi lokasi start  maupun finish acara Tour De Singkarak disetiap penyelenggaraan TdS untuk tahun-tahun kedepan. Saat ini proses ini sedang berjalan dalam perencanaan lokasi maupun soal desain monumen apakah akan dilakukan lomba atau dilakukan oleh seseorang yang diyakini mampu membuat desain yang indah sesuai dengan aspirasi yang ada,  kita tunggu saja hasil kesepakatan dalam pertemuan rapat-rapat berikut,  ujarnya.