Utusan dari 33 provinsi ikut even Nusantara Marandang

Sebanyak 33 perwakilan provinsi di Indonesia mengikuti even Nusantara Marandang yang pertama kali digelar di ibukota negara.

Nusantara Marandang merupakan kegiatan pertama kalinya yang diikuti utusan oleh 33 Provinsi di Indonesia. 

“Ini merupakan upaya melestarikan randang sebagai makanan nusantara yang bisa dimasak oleh berbagai masyarakat Indonesia,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada pembukaan festival Nusantara Marandang di lapangan parkir selatan Senayan, Minggu sore.

Ia menjelaskan, ada banyak ragaman randang yang memiliki rasa berbeda-beda enaknya, karena itu randang kita jadi brending kuliner wisata Sumatera Barat.

Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen Promosi Wisata Vita Datau, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Nevi Irwan Prayitno, Ketua BKOW Ny. Wati Nasrul Abit, Walikota Solok, Wakil Walikota Payakumbuh, Kepala produksi dan promosi INews TV.

Juga tampak Kadis Perindag, Kadis Koperasi, Kadis Kebudayaam, Kadis Peternakan, Kadis Pertanian, Kabiro Ekonomi, Kabiro Humas, Kakantor Penghubung, tokoh perantau Minang yang ada di Jakarta.

“Kita mengenal banyak makanan kuliner Minang, ada nasi goreng, soto, gulai kepala ikan, dendeng balado namun agar fokus dan memudahkan orang tahu kita sepakat menyatakan randang sebagai brand image wisata kuliner Sumbar,” kata Irwan.

Randang merupakan makanan terlezat di dunia, yang berdampak akan kunjungan dan keinginan orang datang ke Sumatera Barat.

Kepopuleran randang ini mesto dimanfaatkan dalam memajukan pariwisata, sekaligus meningkatkan perekonomian Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah.

“Saat ini kita bangga soal kemasan randang sudah lebih baik dan bisa menjadi produk eksport, karena randang makanan yang dapat tahan selama 1 tahun,” katanya.

Randang ini dapat menjadi magnet daya tarik banyak negara di dunia untuk datang ke Sumatera Barat dan Indonesia. “Randang adalah makanan khas Indonesia juga,” ujar Irwan

Gubernur juga menambahkan, dalam menggelorakan kelestasrian dan budaya adat makanya pemerintah provinsi Sumatera Barat akan setiap tahun mengelar Nusantara Marandang sekaligus mendorong masyarakat lain mampu membuat randang.

Dampak ekonomi dari even ini tentunya akan membuka peluang para UKM dalam meningkatkan produksinya.

“Nusantara Marandang juga merupakan salah satu usaha promosi yang baik. Ada publikasi media, ada kegiatan marandang, hiburan dan membicarakan filosofi budaya marandang itu sendiri agar masyarakat dan generasi muda kita dapat juga mengetahuinya,” ungkapnya.

Sumber: sumbar.antaranews.com