Universitas Malaya Bantu Saribu Rumah Gadang menjadi Warisan Dunia

Padang Aro – Universitas Malaya dari Malaysia membantu Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, merumuskan langkah-langkah agar objek wisata kampung adat Kawasan Saribu Rumah Gadang bisa menjadi warisan dunia.

“Sebanyak 11 orang dosen dari universitas Malaya sudah sampai di Solok Selatan pada Selasa malam (30/1) dan mereka akan mengunjungi kawasan seribu rumah gadang untuk melihat kondisinya,” kata Asisten III bidang Aministrasi Umum Setdakab Solok Selatan Yul Amri, di Padang Aro, Rabu.

Perwakilan dari universitas Malaya akan berada di Solok Selatan sampai Sabtu (3/2).

Hari ini perwakilan universitas Malaya melakukan kunjungan ke Kawasan Saribu Rumah Gadang. Kemudian dilanjutkan diskusi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya dan melibatkan akademisi Dr Johni Wongso dari jurusan arsitek Universita Bung Hatta.

Kemudian juga melibatkan tokoh perantau, LKAAM, KAN atau orang yang mengerti dengan kultur Minang Kabau maupun sejarah rumah gadang.

Menurut dia, kalau Kawasan Saribu Rumah Gadang sudah diakui sebagai warisan dunia maka atensi pemerintah pusat dan masyarakat internasional akan tinggi.

Dengan demikian katanya akan banyak bantuan yang masuk serta kunjungan wisatawan mancanegara juga akan meningkat.

“Apabila kunjungan wisatawan mancanegara meningkat maka bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Saat ini Kawasan Saribu Rumah Gadang sudah dinobatkan sebagai perkampungan adat terpopuler di Indonesia saat Anugerah Pesona Indonesia.

Kawasan seribu rumah gadang juga sudah meniliki “homestay” yang bisa dinikmati pengunjung dan merasakan sensasi hidup di dalamnya.

Sumber : antaranews.com