Taste of Padang jadi identitas pariwisata Sumbar

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Oni Yulfian mengatakan tagline Taste of Padangadalah brandingyang menjadi identitas pariwisata daerah itu untuk membedakannya dari daerah lain di Indonesia, bahkan dunia.

“Branding itu sangat penting untuk promosi pariwisata karena itu semua pihak diharap mendukung sosialisasinya,” katanya usai menghadiri sosialisasi brandingTaste of Padangpada sejumlah pihak terkait kepariwisataan di Padang, Rabu.

Dengan sosialisasi yang masif oleh semua pihak, diharapkan branding itu makin lekat di benak wisatawan. Ujung-ujungnya jumlah kunjungan ke Sumbar bisa meningkat.

Menurutnya pariwisata Sumbar memiliki semua syarat untuk bisa berkembang. Tetapi hingga saat ini belum dilakukan secara maksimal, termasuk dalam hal promosi.

“Kita bisa contoh strategi pemasaran branding Wonderfull Indonesia agar citra Taste of Padangbisa terangkat,” katanya.

Saat promosi promosi di London pada 2017 Kementerian Pariwisata memasang iklan Wonderfull Indonesia pada 180 unit London Cab atau biasa disebut black cab.

Iklan itu berupa gambar destinasi wisata andalan Indonesia seperti Borobudur, Bali, Komodo, Danau Toba dan Raja Ampat.

“Kita punya spot surfing di Mentawai yang sudah dikenal dunia, juga randang yang digelari kuliner terenak di dunia. Kita juga punya tiga geopark yang bisa dimanfaatkan mendukung Taste of Padang,” katanya.

Harusnya menurut dia, dengan potensi itu, pariwisata Sumbar bisa berkembang lebih cepat.

Terkait polemik tagline itu yang ditolak sebagian masyarakat, Oni Yulfian mengatakan hal itu seharusnya tidak lagi dikedepankan karena hanya akan jadi penghalang.

Ia berharap ke depan semua pihak yang terkait pariwisata bisa menyingkirkan perbedaan dan bersama-sama mengembangkan potensi daerah.

Sementara itu pakar komunikasi Unand DR Emeraldy Chatra, M.Ikom menyebut Taste of Padangadalah tagline yang memiliki peluang untuk masuk dalam kategori branding internasional.

Banyak tagline yang menggunakan frasa Taste ofyang telah lebih dahulu dikenal seperti Taste of Londonatau Taste of India.

Hal itu bisa mendorong Taste of Padangmenjadi lebih familiar bagi wisatawan.

Namun menurutnya Sumbar harus tegas menentukan rujukan dari “Taste of Padang” itu.

Branding yang menggunakan Taste of … biasanya merujuk pada festival selama beberapa hari yang bertema kuliner. Sumbar bisa menggunakan konsep itu. Tetapi bisa juga melakukan modifikasi. Tetapi arahnya harus jelas,” katanya.

Sosialisasi branding itu menurutnya juga harus tegas dengan payung hukum yang jelas seperti Perda, sehingga mau tidak mau, semua pihak yang terlibat pariwisata di Sumbar harus ikut mensosialisasikannya. (*)

Sumber: sumbar.antaranews.com