Salah Satu Pariwisata yang Paling Cepat Berkembang, RI Bidik Peringkat 30 Tujuan Wisata Dunia

Denpasar – Indonesia menargetkan masuk dalam 30 negara top di dunia untuk mendapatkan pengakuan global sebagai destinasi wisata terkemuka di dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dengan menjadi 30 negara paling top di dunia, posisi Indonesia naik 12 tingkat di antara 141 negara di Travel & Tourism Index Kompetitif oleh World Economic Forum.“Kita harus kerja keras untuk bisa mencapainya,” tandas Arief Yahya di sela-sela persiapan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) di Nusa Dua, Bali.

Menurut dia, pertumbuhan pariwisata Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbaik di dunia dan di antara 20 yang paling cepat berkembang. Selama 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 14,04 juta orang atau naik 21,88% di bandingkan tahun 2016 yang berjumlah 11,52 juta kunjungan. Sementara pada periode Januari-Mei 2018, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2.343.699 orang atau turun 3,42% dibandingkan periode yang sama 2017.

Tahun ini, kata Arief, ada tiga fokus utama pengembangan pariwisata, yakni pariwisata digital, program home stay desa wisata, dan menciptakan aksesibilitas perjalanan udara lebih besar. “Dengan berfokus pada aspek-aspek ini, kita akan memiliki pengaruh yang diperlukan untuk meningkatkan Travel & Tourism Index Kompetitif,” paparnya.

Ketua BBTF I Ketut Ardana mengatakan, pameran tahunan yang berlangsung di Nusa Dua pada Selasa-Sabtu (26- 30/6) ini diikuti 225 buyers dan 230 sellers dari 48 negara, termasuk dari tiga negara baru, yaitu Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.

Mereka meliputi sektor perhotelan, operator tur atau agen perjalanan, organisasi pariwisata nasional, konvensi dan biro perjalanan, perusahaan teknologi perjalanan, MICE (pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran,) serta perwakilan perjalanan perusahaan juga sebagai tujuan baru regional.

“Ada juga 33 media internasional, 21 media nasional, dan 40 industri yang difasilitasi oleh Kabupaten Badung,” paparnya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra mengatakan, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk penyelenggaraan dan promosi BBTF.

“Ajang ini sangat bermanfaat bagi Badung yang menetapkan pariwisata sebagai tulang punggung pendapatan,” ujarnya. Selain itu, Badung juga telah merancang Gedung Sasana Budaya yang berlokasi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Sumber : okezone.com 📷: okezone