Peringati Hari Pariwisata Dunia, Anak TK Padang Panjang Ikut Memeriahkan

Dunia memperingati World Tourism Day setiap 27 September. Ada fakta unik di balik penetapan 27 September sebagai Hari Pariwisata Dunia.

Hari Pariwisata Dunia telah memasuki tahun ke-38 sejak diresmikan bertahun-tahun lalu di Spanyol. Hari besar bagi segenap pelaku wisata di dunia tersebut memang dirayakan untuk sektor pariwisata yang merupakan salah satu industri terbesar dunia.

Dilansir detikTravel dari situs resmi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Senin (28/9/2015) penetapan hari bersejarah tersebut pertama kali diumumkan pada tahun 1980 di Kota Torremolinos, Spanyol. Itulah waktu paling bersejarah bagi pawisata dunia.

Saat itu Organisasi Pariwisata Dunia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa atau dikenal UNWTO, tengah melangsungkan pertemuan umum pada tahun 1979. Pada sesi rapat ke tiga, muncullah keputusan oleh UNWTO untuk memfasilitasi Hari Pariwisata Dunia yang disusul oleh pengumuman resminya pada tahun 1980.

Penetapan 27 September sebagai Hari Pariwisata Dunia oleh UNWTO adalah bukan tanpa alasan. Tanggal itu dipilih agar bersamaan dengan salah satu kejadian penting di dunia wisata, yakni hari jadi pengadopsian anggaran dasar UNWTO pada 27 September 1970 silam.

Selain itu, penetapan tanggal Hari Pariwisata Dunia juga didasari fakta unik. Tanggal 27 September adalah akhir dari waktu liburan di bumi bagian utara yang bersiap memasuki musim dingin. Namun di bumi bagian selatan, tanggal 27 September adalah awal musim liburan karena menyambut musim panas. Ini adalah tanggal di mana para traveler di seluruh belahan dunia dipastikan liburan bersama.

Terlepas dari sejarah penetapannya, dunia memperingatinya untuk meningkatkan perhatian di kalangan komunitas internasional akan pentingnya wisata serta unsur sosial, budaya, politik, dan nilai ekonomi. Di mana para pelaku wisata saling berkumpul dan membicarakan tentang kontribusi yang dapat diciptakan melalui pariwisata.

Peringatan hari pariwisata dunia turut dimeriahkan oleh murid taman kanak-kanak (TK) di kota Padang Panjang. Sebanyak 1.046 murid TK di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, ikut serta memeriahkan World Tourism Day yang jatuh pada Kamis(27/9).

“Sebelumnya Padang Panjang tidak pernah memperingati Hari Pariwisata se-Dunia. Tapi kali ini kami ikut memeriahkan dengan beberapa kegiatan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Padang Panjang, Hendri Fauzan di Padang Panjang, Kamis.

Ia menyebutkan murid TK dilibatkan dalam peringatan itu untuk mengenalkan sejak dini pada anak-anak mengenai pariwisata dan objek mana saja di daerah itu yang sering dijadikan sebagai tempat berwisata.

Menurut Hendri, biasanya pihak yang ikut memperingati World Tourism Day akan mengangkat sebuah tema tertentu berkaitan dengan pariwisata.

“Di Padang Panjang tema yang diangkat yaitu ‘sampaikan dengan bunga’. Murid TK datang membawa bunga, belajar menanam bunga lalu mencuci tangan dengan benar sesuai standar kesehatan,” katanya.

Selanjutnya sembari bermain, murid TK diarahkan berbaris membuat formasi tulisan Happy World Tourism Day.

Sekretaris Dinas Pariwisata Padang Panjang, Dalius menambahkan selain melibatkan murid TK, sebelumnya sudah diselenggarakan lomba fotografi bagi murid tingkat SMP dan SMA.

Objek foto dapat berupa destinasi wisata, budaya atau tradisi masyarakat dan kuliner yang diambil menggunakan telepon pintar (smartphone).

“Tujuannya sama agar anak-anak yang sudah tumbuh remaja itu juga sadar wisata serta terlibat menjaga dan mempromosikan pariwisata daerah,” katanya.

Sumber: sumbar.travel, sumbar.antaranews