Pemkot Padang Tata Pantai Jelang Libur Lebaran

Padang – Pemerintah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat mulai menata kawasan wisata pantai menjelang libur lebaran 1439 Hijriah.

“Penataan termasuk ke dalamnya sarana prasarana, pedagang, antisipasi pungutan liar dan premanisme serta kedisplinan parkir,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Padang Medi Iswandi di Padang, Selasa.

Untuk sarana prasarana, pemerintah bersama kepolisian serta TNI menyiapkan beberapa posko seperti keamanan di Pantai Cimpago, Air Manis kemudian posko kesehatan di lokasi yang sama.

Selain itu untuk sarana ibadah pihaknya telah menyediakan mushalla yang lokasinya dekat dengan pantai seperti Mushalla Yusuf di Pantai Air Manis.

Sedangkan untuk higienitas, di sekitar Pantai Cimpago dan Muaro Lasak disediakan kamar mandi atau wc umum.

Di samping sarana, pihaknya juga melakukan penataan pedagang di Air Manis, Cimpago dan Muaro Lasak yang diperkirakan dikunjungi 10 ribu lebih wisatawan per hari saat libur lebaran.

Pedagang yang berjual menetap telah dilokasikan pada tempat khusus seperti Pusat jajanan serba ada (pujasera) yang letaknya di dekat pantai Muaro Padang.

Selain itu melalui petugas keamanan wisata yang berpatroli di objek wisata akan dilakukan pengawasan pada pedagang asongan terutama dalam menjaga kebersihan.

Pada dasarnya pedagang resmi telah diberi gerobak khusus jualan pada 2015 sedangkan sekitar 60 pedagang menempati Pujasera.

“Hal lain yang menjadi fokus penataan yakni perparkiran dan pungutan liar,” kata dia.

Untuk pungutan liar tim sapu bersih pungutan liar Padang yang dikepalai Wakapolresta Padang telah menerapkan pola lapor langsung ke nomor 08117180117.

Sedangkan parkir untuk di Pantai Cimpago, parkir tersedia di parkiran khusus dekat jembatan Muaro Lasak, sedangkan di Pantai Air Manis dipusatkan di depan mushalla Yusuf.

Khusus Air Manis kata Medi, mulai saat libur mendatang tidak dibenarkan kendaraan roda dua dan empat masuk wilayah pantai.

Di samping itu saat hari H, kendaraan besar semisal bus dan truk dibenarkan memasuki kawasan wisata pantai dan diberikan parkir khusus.

Persoalan lain yang perlu diantisipasi yakni kebersihan pantai khususnya saat terjadi cuaca ekstrem sampah memenuhi kawasan.

Dalam hal ini pihaknya berkoordinasi dengan relawan kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup dan kelompok sadar wisata mengantisipasi menumpuknya sampah tersebut.

Terkait meningkatnya jumlah wisatawan ke objek wisata pantai dia memprediksi akan terjadi usai saat malam Takbiran hingga akhir libur lebaran.

Meskipun demikian sejak saat ini pihaknya telah mengantisipasi lonjakan pengunjung tersebut.

Selain tiga pantai tersebut, kepadatan wisatawan akan terjadi di beberapa pulau, pantai di Kecamatan Bungus Teluk Kabung dan Kecamatan Koto Tangah.

Sumber : sumbar.antaranews.com