Pariangan

Desa (Nagari) Wisata Pariangan atau disebut juga Nagari Tuo Pariangan terletak di lereng Gunung Marapi yang statusnya masih aktif pada ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut. Tepatnya berada di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Panorama alam berupa sawah menghijau yang akan membuat mata siapapun yang melihatnya akan terpesona. Jalannya yang berkelok-kelok akan membuat perjalanan semakin mengasikkan.

Potensi Adat Budaya

Menurut Tambo Minangkabau, Nagari Wisata Pariangan merupakan nagari yang tertua di Sumatera Barat, karena Kebudayaan Minangkabau mulai lahir dari sini. Hal ini bisa di buktikan dengan ditemukannya berbagai macam bukti sejarah seperti: menhir, batu tigo luak, prasasti dan lainnya.

Adat istiadat, kebudayaan, dan arsitektur bangunannya yang memiliki ciri khas yang unik dan tidak di miliki oleh daerah lainnya masih tetap ada dan dipertahankan sampai saat ini. Keramahan warga di sini juga membuat wisatawan yang datang merasa nyaman dan senang.

Rumah gadang yang memiliki atap bergonjong dengan dinding yang terbuat dari anyaman rotan, berhiaskan ukiran kayu dengan berbagai motif khas minang menjadi ciri khas nagari ini.
Di Nagari Pariangan ini terdapat sebuah masjid unik yang sudah berusia ratusan tahun. Dibangun pada abad ke-19 oleh seorang ulama besar dari tanah Minangkabau yang bernama Syekh Burhanuddin.

Masjid ini memiliki atap tidak menyerupai gonjong rumah gadang, tapi seperti atap limas segi empat bertingkat. Diyakini, arsitektur ini mengadopsi gaya arsitektur Dongson dari Negeri Tibet. Luar biasa sekali kemajuan arsitektur bangunan pada zaman itu.
Terdapat sebuah cagar budaya berupa sebuah sawah yang dibuat oleh Dt. Tantajo Garhano yang merupakan salah satu leluhur masyarakat Minangkabau. Sawah tersebut di beri nama Sawah Gadang Satampang Baniah. Sawah ini merupakan sawah yang pertama kali dibuat di Nagari Pariangan.