Museum Goedang Ransoem

Jika Anda pecinta wisata sejarah, Museum Gudang Ransoem yang ada di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat dapat menjadi salah satu pilihan. Gudang ini dahulu berfungsi sebagai dapur umum dan saksi bisu menjelajahi eksploitasi tenaga kerja pribumi oleh penjajah Belanda guna menggali kekayaan alam batu bara pada masa dulu.

Museum ini memiliki sejumlah benda koleksi peninggalan sejarah, dan peralatan memasak zaman Belanda. Seperti periuk berukuran raksasa, yang digunakan untuk memasak makanan untuk 10 ribu pekerja tambang batu bara.

Gudang Ransoem terang Gino, terletak di Jalan Abdul Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Museum ini berada sekitar 94 kilometer atau dua jam perjalanan dengan kendaraan roda maupun roda empat dari Kota Padang.
Gedung Museum Gudang Ransoem ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 1918 silam, setelah sebelumnya Willem Hendrik De Greve menemukan batu bara di kota Sawahlunto.
Berdasarkan catatan sejarah yang ada, Museum Gudang Ransoem dulunya, merupakan dapur umum pertama di Indonesia yang sanggup memasak beras dalam skala besar. Setiap hari, Gudang Ransum ini mampu memasak empat ton beras per hari berikut dengan logistik lainnya, guna memenuhi ransum atau makanan untuk 10 ribu pekerja tambang batu bara, tentara Belanda dan pasien rumah sakit di kota tersebut hingga Agresi Militer ke II.
Para juru masak berasal dari warga pribumi, dan juga melibatkan pekerja anak-anak. Pada mulanya, Gudang Ransoem ini memiliki 24 ketel (periuk) ukuran besar. Sekarang terdapat dua tipe periuk yang dimiliki oleh Gudang Ransoem yaitu, periuk untuk memasak sayur dan periuk untuk memasak nasi.
Periuk untuk memasak sayur ini terdiri dari tiga bagian yaitu periuk lapisan luar, periuk lapisan dalam, dan tutup periuk yang berdiameter 148 sentimeter, dan tinggi 70 sentimeter, serta memiliki ketebalan 1,2 sentimeter. Periuk lapisan luar terbuat dari besi sedangkan periuk lapisan dalam, dan tutup periuk terbuat dari bahan nikel.
Sedangkan Periuk untuk memasak nasi terdiri dari empat lapisan, yaitu lapisan luar, lapisan dalam, langsang dan tutup periuk. Periuk lapisan luar terbuat dari besi dan memiliki dua buah lubang pada bagian dinding sebagai lubang saluran uap. Sedangkan pada bagian bawah periuk terdapat lubang keran untuk membuang sisa air di dalam periuk.
Periuk lapisan dalam terbuat dari bahan nikel dan pada bagian atas periuk terdapat enam buah kuping baut yang berfungsi untuk mengunci tutup periuk. Langsang periuk juga terbuat dari bahan nikel. Pada bagian tengah langsang terdapat kerucut, dan pada bagian atas langsang terdapat tiga buah kuping sebagai cantolan untuk mengangkat langsang.

About Author

KG

Graphic Designer and photographer