Minangkabau Travel Mart Promosikan Pariwisata Sumbar

Minangkabau Travel Mart yang digelar oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (Asppi) Sumatera Barat mempromosikan pariwisata Ranah Minang kepada 123 pelaku bisnis bidang tersebut.

“Para pelaku bisnis itu adalah pihak yang nantinya akan membawa calon tamu mereka berkunjung ke daerah yang dipromosikan dalam Minangkabau Travel Mart,” kata Ketua Pelaksana Minangkabau Travel Mart Muhammad Subari di Padang Panjang, Selasa.

Ia menerangkan Minangkabau Travel Mart adalah model pemasaran atau promosi pariwisata dengan mempertemukan pelaku di bidang tersebut yaitu dari dalam Sumbar disebut sellerdan dari luar Sumbar disebut buyer.

“123 pelaku usaha itu adalah buyer, di antaranya ada agen perjalanan wisata dari Jepang, Malaysia dan Australia. Sedangkan dari Indonesia ada yang dari Yogyakarta, Manado, Bandung, Bali dan lainnya,” katanya.

Kegiatan inti dari Minangkabau Travel Mart yaitu Table Top, pertemuan antara sellerdan buyermengenalkan objek wisata di daerah-daerah yang akan dikunjungi peserta selama kegiatan berlangsung pada 2 sampai 5 Oktober 2018.

Minangkabau Travel Mart mengangkat tema Heritage and Creative Industrydipusatkan di Padang Panjang.

Menurutnya dipilihnya kota tersebut sebagai pusat kegiatan karena dinilai cocok dengan tema yang diangkat dan adanya antusiasme dari pemerintah setempat menjadi tuan rumah kegiatan.

“Banyak peninggalan bersejarah di Padang Panjang dan masih terawat seperti Masjid Asasi dan rumah gadang,” sebutnya.

Selain itu industri kreatif pendukung pariwisata juga tumbuh seperti usaha rendang Muzaki, usaha pengolahan susu Permata Ibu dan kerajinan kulit Minang Kayo.

“Objek itu potensial untuk dikenalkan pada buyer,” katanya.

Selain di Padang Panjang, peserta Minangkabau Travel Mart juga akan dibawa mengunjungi objek lain Sumbar yaitu Istana Pagaruyung di Tanah Datar, Lawang Park di Kabupaten Agam dan sejumlah objek wisata di Bukittinggi dan Padang.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Padang Panjang, Medi Rosdian mengatakan kesempatan sebagai pusat kegiatan promosi wisata itu menurutnya membuka peluang agar makin berkembangnya pariwisata dan industri kreatif setempat.

Sebisa mungkin, ujarnya, kesempatan itu dimanfaatkan mengenalkan potensi yang ada di daerah itu.

“Ada 100 lebih pelaku pariwisata yang melihat langsung bagaimana kondisi Padang Panjang dan daerah lain di Sumbar, tentu ini kesempatan berpromosi yang sangat bagus. Makin banyak yang berwisata maka usaha masyarakat juga akan makin berkembang,” katanya.

Sumber: sumbar.antaranews.com