Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Turun

Padang – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Januari 2018 mencapai 3.246 orang atau turun 62,39 persen dibanding Desember 2017 yang tercatat sebanyak 8.568 orang.

“Kunjungan wisatawan asing pada Januari 2018 memberikan kontribusi sebesar 0,31 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1.039.639 orang,” kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Jumat.

Ia mengatakan pada Januari 2018 kunjungan masih didominasi oleh wisatawan asal Malaysia sebanyak 2.904 orang, Australia 85 orang, dan Perancis 33 orang.

Kemudian, Jepang 30 orang, Inggris 22 orang, Jerman 20 orang, Tiongkok 18 orang, Amerika Serikat 11 orang, Thailand 10 orang, Filipina 12 orang dan negara lainnya 105 orang.

Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan di data di bandara kedatangan.

Sebelumnya hasil penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang menemukan sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat mengakui daerah ini memiliki daya tarik berupa alam yang indah.

“Berdasarkan survei yang dilakukan 58 persen wisatawan menilai alam Sumbar memang indah dan sesuai dengan harapan mereka sebelum berkunjung,” kata Peneliti PKSBE UNP Doni Satria.

Menurutnya tidak ada yang membantah alam Sumbar indah dan hal itu menjadi salah satu daya tarik dan potensi wisata.

Akan tetapi pada sisi lain dari survei tersebut terungkap sebagian besar wisatawan menilai fasilitas ibadah dan toilet yang ada di objek wisata tidak memadai.

“Hampir sebagian besar wisatawan tidak puas dengan fasilitas rumah ibadah dan toilet, padahal dua aspek tersebut dinilai penting oleh pengunjung,” katanya.

Ia mengatakan survei dilakukan bukan pada musim liburan, bisa dibayangkan kalau survei saat sedang padatnya seperti apa kepuasaan wisatawan terhadap infrastruktur penunjang.

Belum lagi kalau jalur Padang-Bukittinggi macet hingga delapan jam, jadi masalah pariwisata Sumbar itu ada pada infrastruktur,ujarnya.

Kemudian pada sisi lain ditemukan ketersediaan pusat informasi wisata kurang lengkap padahal itu penting bagi wisatawan.

Sumber : antaranews.com