Ini 7 Fakta Masjid Ummil Qura di Maninjau

Agam – Masjid Ummil Qura di Nagari Maninjau, salah satu cagar budaya yang berumur ratusan tahun. Masjid ini dari dulu hingga sekarang dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Berikut 7 fakta tentang masjid tertua di Maninjau ini :

1. ASAL NAMA UMMIL QURA.

Menurut Zulfiandri Datuak Putiah, salah satu Imam setempat, Nama Masjid Ummil Qura berasal bahasa Arab yakni Ummil asal kata Ummi artinya Ibu, sedangkan Qura berarti Nagari. Bila digabung menjadi Ibu Nagari. Dahulunya, Masjid tersebut menjadi pusat Nagari Maninjau dahulunya.

2. ATAP LIMA TINGKAT

Masjid Ummil Qura memiliki atap 5 tingkat, sesuai filosofi jumlah 5 Sidang (Dusun) dan 5 rukun Islam Umat Muslim.

3. SIMBOL KEJAYAAN MASA LALU

Dahulunya, Masjid Ummil Qura menjadi pusat kanagarian Maninjau. Jauh sebelum Belanda menguasai dan memusatkan Maninjau sebagai daerah perkantoran Kontelan (setingkat Kecamatan) yang berada di kantor Walinagari saat ini. Awalnya, Masjid Ummil Qura terletak di daerah Lumbuak, sekitar perbukitan. Masyarakat pada saat itu ramai hidup dilereng perbukitan. Karena sesuatu hal, lokasi masjid berpindah disekitar Tepi Danau. Dan 1907, Masjid Ummil Qura berdiri kokoh dilokasi saat ini.

4. SIMBOL KETOKOHAN PEMUKA AGAMA DAN ADAT.

Pengangkatan seorang Imam, Khatib atau Datuak tidak akan diakui bila orang tersebut belum melewakan gelarnya di Masjid Ummil Qura. Masyarakat sangat mematuhi aturan tersebut hingga saat ini.

5. 9 TIANG DENGAN SIMBOL-SIMBOL KEKOKOHAN DAN KEBERSAMAAN.

Masjid Ummil Qura memiliki 9 tiang. 8 tiang kecil dan 1 tiang utama lebih besar dan berada di tengah masjid. Dahulunya Tiang terbuat dari kayu. Seiring waktu, tiang diganti dengan semen. Meski berubah, seni ukir dengan ragam bentuk masih menghiasi tiang. Sebagai simbol kekokohan dan kebersamaan hidup bermasyarakat.

6. SAKSI BISU PENJAJAHAN BELANDA DAN PERJUANGAN KAUM PADRI

Masjid Ummil Qura adalah Masjid Tertua di Kanagarian Maninjau. Menjadi Pusat aktivitas keagamaan dan adat Istiadat dahulunya. Masjid juga pusat pendidikan (menuntut ilmu pengetahuan), bela diri (silat tradisional) dan politik. Rumah ibadah itu juga pernah menjadi basis perjuangan kaum Padri melawan Penjajahan Belanda sekitar 1803-1838. Hampir sama dengan Masjid Syekh Amrullah di Nagari Sungai Batang.

7. BEDUG ATAU TABUAH BERUMUR 111 TAHUN

Selain Masjid yang sudah tua, juga terdapat Bedug atau Tabuah yang kayunya berumur 111 Tahun. Bedug tersebut sudah ada sejak Masjid Ummil Qura berdiri dilokasi ke tiga tersebut. Yakni sekitar tahun 1907. Bedug sampai sekarang masih dipakai menjelang sholat Jumat, Sholat Idul Fitri dan Idul Adha.

Sumber : prokabar.com, 📷: prokabar