Goa Batu Kapal, Geopark Solsel Ingin Menasional

Tim Geopark Ranah Minang melakukan Focus Group Discussion (FGD) percepat pembentukan Geopark Solok Selatan untuk menjadi geopark nasional dengan unsur Pemda Solok Selatan, Wali Nagari, di aula Tansi Ampek kantor Bupati setempat, Kamis (22/11).

Sekretaris Daerah Solsel H. Yulian Efi mengatakan, saat ini geopark solok selatan telah menjadi geopark lokal yang telah disahkan oleh SK Bupati Solok Selatan, untuk menjadi geopark nasional, maka Pemda Solok Selatan dengan seluruh elemen harus satukan visi untuk mendukung pembentukan tersebut.

“Pemerintah daerah tidak bisa berbuat sendiri tanpa adanya bantuan dan dukungan masyarakat,” ungkapnya.

Yulian Efi mengatakan, dengan dijadikannya geopark Solsel menasional maka akan membawa dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat, disamping infrastruktur pendukung lainnya juga akan dibangun.

Ketua Tim Geopark Ranah Minang Novizar menargetkan dokumen tentang geopark solok selatan harus sudah selesai sampai bulan januari tahun 2019.

Novizar mengatakan, Goa Batu Kapal sebagai central geopark solok selatan bisa melejit dan dikenal masyarakat luas karena promosi yang bagus, namun ia menyayangkan banyaknya coretan di dinding-dinding goa yang bisa membuat nilai goa tersebut jadi turun.

“Kalau bisa dikasi nilai dari 0-100, maka goa batu kapal dengan segala keindahan dan kemegahannya tersebut hanya mendapat nilai 60, karena banyaknya coretan di dinding goa,” tuturnya.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan goa yang ada di Nagari Ranah Pantai Cermin, disitu ia sangat kagum karena objeknya semua terhindar dari fandalisme.

“Oleh kita mungkin itu biasa saja, tapi dimata orang luar itu sangat sensitif sekali,” ugkapnya.

Novizar juga menambahkan geopark sejatinya adalah bagaimana menjaga dan melindungi alam, untuk menwujudkan geopark maka masyarakat harus ikut serta untuk menjaga alam sehingga tidak ada fandalisme.

Anggota Tim Percepatan Geopark Ranah Minang Reza menambahkan, saat ini di Indonesia ada 4 unesco global geopark sebagai penguat daya saing pariwisata indonesia di dunia, dengan adanya unesco global geopark tersebut maka dengan sendirinya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia.Dari pendataan yang dilakukannya maka terdapat 25 situs geologi yang akan menjadi satu kesatuan menjadi geopark solok selatan, ditambah dengan 20 situs non geologi.

Tim nya juga membuat tema geopark Solok Selatan dengan nama “Fenomena Besar Vulkanik-Tektonik dan Puncak Gunung Api Tertinggi di Asia Tenggara”.

“Untuk membuat penamaan, kita harus membuat sesuatu yang beda dan unik dari yang lain, dan menjadi daya tarik tersendiri orang untuk melihat, maka kami mengusulkan nama ini,” terang Reza

Sementara itu, anggota Tim Percepatan Geopark Ranah Minang Nofrin Napilus menambahkan, geopark intinya dimulai dari aspek geologi, sedangkan yang ada di solok selatan seperti Goa Batu Kapal, gunung kerinci, panas bumi, air panas semua merupakan aspek geologi.

“Sekarang oleh Unesco aspek tersebut yang dijual dan dijadikan ikon pariwisata karena menarik, bukan wisata yang umum dan biasa-biasa saja,” ujarnya.

Yang menarik di Solok Selatan katanya, biasanya batu kapur hanya bisa terjadi di sepanjang pantai pada kedalaman 3 sampai 15 meter, namun sekarang batu kapur tersebut ada di daratan yang jauh dari pantai, maka butuh berapa juta tahun prosesnya, itulah yang dijual dan dikagumi masyarakat dunia bisa dapat ke Solok Selatan (Firdaus)

Sumber: www.semangatnews.com