Geliat Penginapan Jelang Budaya Hoyak Tabuik Pariaman 2018

Padang, menjelang digelarnya even Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2018, penginapan-penginapan yang ada di Kota Pariaman pun ikut berbenah mempersiapkan segala sesuatunya guna menyambut para tamu yang datang ke Kota Pariaman. Berbagai fasilitas juga pelayanan yang prima, senantiasa menyambut kedatangan tamu yang akan menginap di hotel-hotel ataupun homestay yang ada di Kota Pariaman.

Manager Hotel Nan Tongga, Rommy BW mengatakan bahwa persiapan sudah jauh hari dilakukan dengan membenahi segala fasilitas yang ada di hotel mereka, sehingga ketika tamu datang mereka sudah dalam keadaan nyaman.

“Dengan 42 kamar yang ada untuk tanggal 22 Agustus 2018 atau sehari menjelang acara puncak tabuik di hoyak, kamar sudah full booking oleh tamu dari Pekanbaru,” katanya,

“Pokoknya setiap ada even yang diadakan di Kota Pariaman selalu memberikan dampak yang positif dan keuntungan bagi kami, begitu juga di hari-hari besar lainnya kecuali di hari Lebaran Idul Adha,” lanjutnya.

Namun tidak begitu halnya dengan Hotel Al Madinah yang terletak di Jl. By Pass Jati Padusunan, dikarenakan lokasi hotel yang jauh dari tempat acara di gelar mereka tidak terlalu merasakan imbasnya. Tapi walaupun begitu mereka selalu mendukung setiap acara yang digelar oleh Pemko Pariaman dengan memberitahukan kepada tamu yang datang.

Syafrial selaku pengelola hotel mengatakan selalu memberikan pelayanan yg terbaik untuk para tamu yang datang berkunjung. Mendukung visi dan misi Pemko untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata. Ini juga merupakan salah satu alasan owner mendirikan hotel ini di Kota Pariaman, sesuai dengan moto hotel. Tamu yang datang ke hotel menginap dengan penuh kenyamanan, ketenangan, dan pelayanan yg terbaik. Konsep hotel di buat seperti di rumah sendiri supaya tamu merasa senang dan nyaman, dan mengadopsi hal-hal yang positif dari hotel-hotel berbintang lainnya .

Sama dengan Hotel Al Madinah, Hotel Safari Inn yang berlokasi di Desa Karan Aur Kota Pariaman selama berdiri semenjak dua tahun yang lalu juga tidak merasakan keuntungan dari acara atau event yang di adakan oleh Pemko tersebut.

Jhonnedi sebagai manager dari hotel mengatakan bahwa saat ini Hotel Safari Inn masih dalam tahap pembangunan dan pembenahan fasilitas. Dia juga menambahkan, Hotel Safari Inn ini beda dengan hotel lainnya yang ada di Pariaman, karena sebagai hotel dan resort mereka hanya mengutamakan tamu dari kalangan tertentu saja, dengan tarif menginap Rp600.000 semalam.

Selain hotel, homestay juga menjadi salah satu tempat favorit bagi para tamu yang datang berkunjung ke Kota Pariaman untuk menginap. Homestay Kayu Manih yang berlokasi di Jl. Bgd. Aziz Chan Kelurahan Lohong Pariaman semenjak berdiri tiga tahun lalu selalu penuh di saat iven Kota Pariaman di adakan dan juga pada saat hari-hari besar lainnya.

Eki Afria Nugraha sebagai Pengelola Home Stay Kayu Manih mengatakan homestay yang mempunyai 10 kamar ini selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi para tamunya dengan fasilitas yang memadai juga menyediakan akomodasi serta guide jika para tamu membutuhkannya. Dan untuk tarif dan fasilitas semuanya sama yaitu Rp250.000 per malam nya.

Sementara itu Homestay Bunda, di Kelurahan Pasir Lohong Kota Pariaman. Homestay yang mempunyai tiga kamar ini dengan fasilitas kamar yang berbeda juga selalu penuh di saat adanya iven Kota Pariaman berlangsung, begitu juga di hari-hari besar lainnya. Satu hal yang menjadi catatan bagi adalah, mereka saling bantu untuk saling mengenalkan hotel atau homestay yang ada di Kota Pariaman.

 

Sumber: infopublik.id,