Gelar Workshop, Dispar Sumbar Berbagi Trik Pemasaran Online

Padang – Dinas Pariwisata Sumbar menggelar Workshop Kapasitas Pelaku Ekraf Pemasaran Online bagi 50 pelaku ekraf kab/kota se-Sumbar di Hotel Rangkayo Basa Padang, Senin (16/7/2018).

Dalam sambutannya Kadispar Sumbar yang diwakili Kabid Ekraf Derliati menjelaskan digital marketing merupakan strategi pemasaran lebih prospektif karena bisa diakses melalui internet sehingga bisa dilakukan di mana saja dan kapan pun. Karena itu, para pelaku ekraf bisa mempublikasikan produknya di sosial media dengan biaya rendah. Bahkan, memanfaatkan era e-commerce sebagai lahan guna memperkenalkan potensi wisata dengan calon pengunjungnya.

“Sebagian besar pemasaran produk kreatif para pelaku ekraf di Sumatera Barat terhadap tiga bidang fashion, griya, dan kuliner masih dilakukan secara manual dan tradisional. Baru sedikit yang melakukan pemasaran secara online, itu pun hanya melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Belum kepada pemasaran online melalui website yang cakupannya jauh lebih luas,” kata Derliati.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan pemasaran melalui media sosial lebih mudah dan hanya membutuhkan smartphone dan internet.

“Mereka lebih memilih memasarkan melalui media sosial, karena mudah. Bisa sambil mengerjakan pekerjaan lain. Zaman sekarang hampir semua orang pakai smartphone, tinggal beli paket internetnya saja. Kemudian bisa memasarkan produknya melalui medsos,” ucapnya.

Disamping itu, Derliati berpendapat bahwa masyarakat Sumbar masih awam terhadap pemasaran melalui media sosial makanya workshop ini hadir sebagai sarana melahirkan ide kreatif bagi pelaku ekraf Sumbar.

“Memang sifatnya sama-sama online. Tapi kemungkinan orang berpikir jasa pembuatan website itu mahal. Dan operasionalnya tidak semudah media sosial,” lanjutnya.

Senada hal tersebut, Darmansyah perwakilan Disperindag Sumbar mengatakan bahwa hal itu juga dipengaruhi oleh pemahaman para pelaku ekonomi kreatif terhadap peran teknologi informasi.

“Selain lebih mudah menggunakan media sosial, pemahaman para pelaku ekonomi kreatif terhadap teknologi informasi juga dapat berpengaruh. Mereka belum memahami bagaimana teknologi informasi bisa membantu mereka dalam memasarkan produk atau pun jasa yang mereka tawarkan,” jelasnya.

Sementara Agustin, pelaksana menjelaskan maksud dan tujuan dari penyelenggaraan bimbingan teknis tersebut.

“Bimbingan teknis ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan tentang pemasaran produk secara online bagi pelaku ekonomi kreatif yang bertujuan untuk meningkatkan pemasaran produk para pelaku ekonomi kreatif agar lebih luas dan tertata secara sistematis,” tuturnya.

Derliati menambahkan bahwa teknologi informasi dan media digital pada saat ini memiliki peran yang penting dan tidak bisa dihindarkan dalam upaya untuk mempromosikan potensi kuliner dan alam ini khususnya potensi pariwisata.

Selain Kepala Dispar Sumbar, nara sumber lain yang akan memberikan materi dalam bimtek ini yakni Shopee dan Kemenpar RI.

Sementara peserta yang diundang berasal dari instansi pemerintah dan para pelaku ekonomi kreatif kabupaten/kota se-Provinsi Sumbar.

Sumber : minangkabaunews.com