Disbudpar Padang Bina Industri Kreatif Pariwisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang membina dan mengembangkan industri kreatif pariwisata bagi masyarakat di kawasan wisata terpadu (KWT).

"Kegiatan ini telah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu, untuk tahun ini kami fokuskan pada warga di Kelurahan Purus," kata Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Padang Trisna Putra di Padang, Jumat.

Ia mengatakan penentuan lokasi pembinaan di wilayah Purus dilakukan sesuai dengan program pemerintah yaitu pengembangan Pantai Purus sebagai salah satu KWT.

"Kegiatan pembinaan pengembangan industri kreatif itu sendiri dilatarbelakangi karena kreativitas dan pariwisata sangat erat kaitannya di mana hal yang ditonjolkan di lokasi wisata adalah hal yang belum ada di lokasi lain," jelasnya.

Melalui kreativitas, lanjutnya, dapat menampilkan suatu ciri atau hal yang membedakan satu kawasan wisata dengan kawasan wisata lainnya.

Dalam pengembangan industri kreatif tersebut, masyarakat diberi pelatihan pemanfaatan barang tidak terpakai yaitu batok kelapa dan kain sisa jahitan untuk dijadikan souvenir dengan melibatkan pelaku pengrajin suvenir.

"Pelatihan tersebut telah dilakukan dari 14 hingga 17 November berupa sosialisai, pelatihan dan workshop," ujarnya.

Ia mengatakan meskipun program telah selesai dilaksanakan,pada saat ini warga tetap antusias terhadap program tersebut sehingga pihaknya masih akan mengundang pelau pengrajin souvenir ke daerah itu.

"Minggu ini kami akan evaluasi hasil kerajinan yang telah dibuat, apakah telah memenuhi selera pasar. Kami targetkan produk dapat di pasarkan ke hotel-hotel,"katanya"

Kepala Seksi Pelayanan Informasi Disbudpar Padang Safridayanti mnegukapkan, produk suvenir yang dibuat berupa mainan kunci, celengan, dompet uang receh, wadah minuman hingga bros.

"Diharapkan melalui kegiatan ini dapat membantu menciptakan lapangan kerja sendiri dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," ungkapnya