Pemkab Solok Selatan Berencana Kembangkan Wisata Budaya Rumah Gadang Panjang 21 Ruang

Pemkab Solok Selatan, Sumatera Barat berencana mengembangkan obyek wisata budaya rumah gadang panjang 21 ruang di Kecamatan Sangir Batang Hari.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Solok Selatan, Doni Hendra mengatakan "Rumah gadang panjang 21 ruang, serta kawasannya berpotensi untuk dikembangkan karena hanya ada di Solok Selatan sebagai obyek wisata budaya," kata Doni.

Menurut Doni, dalam mengangkat potensi wisata budaya rumah gadang panjang 21 ruang yang berada di Nagari (desa adat) Abai, perlu didukung dengan kesenian tradisional asli daerah itu yang selama ini masih terjaga kelestariannya, seperti batombe dan silat pangean.

"Saya telah melakukan pertemuan dengan Wali Nagari Abai dan masyarakat setempat, mereka mendukung pengembangan obyek wisata rumah gadang panjang 21 ruang," katanya.

Selain itu, lanjut Doni, dengan adanya perkebunan manggis yang berada di Nagari Ranah Pantai Cermin, yang tak jauh dari kawasan rumah gadang panjang, juga akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah itu.

"Perkebunan manggis dan rumah gadang panjang bisa menjadi paket wisata," katanya.

Dia menambahkan, rencana pengembangan wisata budaya rumah gadang panjang 21 ruang tersebut pada 2016. Doni menyebutkan, pada 2015 pemerintah daerah setempat tengah melakukan pengembangan obyek wisata Kawasan Saribu Rumah Gadang yang berada di Kecamatan Sungai Pagu.

Saat ini, obyek wisata yang berada di Nagari Koto Baru tersebut telah dilengkapi dengan penginapan atau home stay sebanyak enam buah yang menggunakan rumah gadang milik warga setempat.

Dalam pengelolaan kawasan Seribu Rumah Gadang ke depannya, akan diserahkan ke pemerintah nagari setempat karena pengembangan lebih lanjut akan menonjolkan kearifan lokal.

"Arahnya nanti adalah nagari wisata yang menjual kearifan lokal, keseharian, budaya, kesenian warga setempat. Karena yang lebih mengenal adalah pemerintah nagari, maka pengelolaanya akan kami kembali ke nagari," katanya.

Dengan diserahkannya pengelolaan ke pemerintah nagari, tambah Doni, diharapkan penataan kawasan Seribu Rumah Gadang akan lebih baik. Selain itu bisa berkembang para perajin di daerah itu untuk menjual cinderamata dalam upaya meningkatkan perekonomian keluarganya.