Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Naik 15,22 Persen

Padang - kunjungan wisatawan asing ke provinsi sumatera barat pada Februari 2016 mencapai 3.892 orang atau naik 15,22 persen dibanding Januari yang tercatat sebanyak 3.378 orang.

"Kunjungan wisatawan asing pada Februari 2016 memberikan kontribusi sebesar 0,48 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 813.920 orang," kata Kepala BPS Sumbar Dody Herlando di Padang, Senin.

Ia mengatakan pada Februari 2016 kunjungan masih didominasi oleh wisatawan asal Malaysia sebanyak 2.568 orang, Australia 40 orang, dan Perancis 27 orang.
Sementara kunjungan dari negara lainnya Thailand 22 orang, Jepang 15 orang, Amerika Serikat 15 orang, Tiongkok 16 orang dan negara lainnya 632 orang, ujarnya.

Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan di data di bandara kedatangan.
Sementara Kementerian Pariwisata akan mengembangkan konsep wisata halal di Sumatera Barat sebagaimana yang telah dikembangkan di Nusa Tenggara Barat.

"Kami melihat Sumbar potensial untuk pengembangan wisata halal karena secara kultur dikenal cukup religius, apalagi banyak wisatawan Malaysia yang datang," kata Asdep Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata, Tazbir.

Ia menjelaskan yang dimaksud dengan wisata halal berkaitan dengan konsep universal seperti menyajikan makanan yang sehat, akomodasi yang bersih, dan kebaikan untuk manusia sehingga diterima semua kalangan.

"Kami ingin sekali Sumbar bisa mendapat prestasi sebagaimana NTB yang memperoleh penghargaan World's Best Halal Tourism Destination atau daerah tujuan wisata halal terbaik mengingat daerah ini cukup Islami," ujarnya.

Ia menilai Sumbar punya potensi untuk itu dan tinggal mempersiapkan produknya berupa tempat-tempat yang dikunjungi wisatawan dengan mencirikan wisata halal.
Halal ini sudah menjadi tuntutan masyarakat dunia, walaupun merasa sudah halal tapi orang lain belum kalau tidak ada merek resmi, kata dia