Pariaman-Thriathlon 2017 Sukses Digelar, Pariwisata Pariaman Kian Dikenal

PARIAMAN — Ada yang berbeda di Pantai Kata, Pariaman, Sumatera Barat. Selama dua hari, tepatnya pada 2 hingga 3 Desember kemarin, salah satu destinasi di Kota Pariaman ini dipadati lebih dari 5.000 wisatawan. Penyebabnya adalah ajang sport toursim bertajuk Pariaman Triathlon 2017. Ajang yang untuk pertama kalinya digelar ini berlangsung sukses. 144 atlet yang juga datang dari sejumlah negara seperti Prancis, New Zealand, Hungaria, Jepang, Spanyol dan Portugal ini terlihat antusias. Mereka sangat menikmati berkompetisi di alam terbuka sambil menjelajahi keindahan yang ada di kota Pariaman. “Karena memang inilah yang menjadi kelebihan dari ajang sport tourism. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tapi mereka bisa sambil menikmati suguhan alam yang ada. Dan Pariaman punya suguhan alam yang tak kalah indah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Elfis Chandra. Ia mengatakan, dalam rute yang dihadirkan kemarin, para peserta tidak hanya menikmati Pantai Kata. Tapi juga diajak melewati berbagai keindahan lainya di Kota Pariaman. Seperti Pantai Gondoriah dan Pantai Cermin. Pantai Gondoriah misalnya. Inilah pantai di pusat kota Pariaman dengan pemandangan pulau-pulau kecil di hadapannya. Setidaknya terdapat gugusan 6 pulau kecil yang terlihat bagaikan menghias cakrawala. Keenam pulau itu adalah Pulau Kasiak, Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujung, Pulau Gosong dan Pulau Bando. Posisinya yang strategis, ditambah dengan konturnya yang landai serta pemandangan yang indah, membuat pantai ini selalu jadi buruan wisatawan. Pantai ini juga yang selalu menjadi penyelenggaraan puncak event budaya Tabuik. Selain itu, di pantai ini juga terdapat jalur kereta yang menghubungkan ke Kota Padang. Tidak hanya berdampak pada destinasi yang ada, even ini dikatakan Elfis juga memberikan dampak langsung pada industri yang ada di Kota Pariaman. Para peserta yang didampingi tim ataupun keluarga, membuat tingkat hunian hotel di Pariaman meningkat tajam. Bahkan okupansinya juga berdampak pada hotel-hotel di sekitar Pariaman. “Selama pelaksanaan Pariaman Triathlon 2017 hotel penuh, bahkan dari sebelum acara berlangsung. Karena mayoritas peserta datang dari beberapa hari sebelumnya,” ujar Elfis. Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, inilah dampak yang diharapkan dari penyelenggaraan sebuah event. Bahwa manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat ataupun industri. Meski event hanya berlangsung dua hari, namun masa tinggal para peserta rata-rata lebih dari dua hari. Mereka kemudian manfaatkan waktu usai bertanding untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Pariaman “Dengan masa tinggal lebih lama, tentunya perekonomian di Kota Pariaman bisa terangkat,” ujar Esthy didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan Kementrian Pariwisata, Ni Putu G. Gayatri. Esthy berharap, visi menjadikan Kota Pariaman menjadi tujuan Wisata harus digeber bersama. “Potensi wisata Kota Pariamana terus ditingkatkan setiap tahun, kita juga akan tuntas pembangunan pinggiran pantai untuk menunjang potensi wisata ini,” kata dia. Ia pun berharap melalui penyelenggaraan acara ini, pariwisata di Kota Pariaman dapat semakin dikenal. Sehingga tingkat kunjungan wisatawan juga meningkat. “ Usai event ini, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan. Baik nusantara maupun mancanegara,” ujar Esthy. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga menyambut positif ajang triathlon yang menggabungkan tiga cabang olahraga atletik, yakni sepeda, renang dan lari ini “Sudah saatnya potensi wisata Kota Pariaman menuju Go Internasioanl, layak dikunjungi wisatawan mancanegara, dan masyarakat Pariaman telah siap,” ujarnya. Berikut daftar pemenang Pariaman Triathlon 2017: Kelas Olimpic Distance Putra; Juara I Andy Wibowo dengan catatan waktu 1 jam 55 menit, Juara II Muhammad Taufik dengan catatan waktu 2 jam 5 menit 2 detik Juara III Alberd dengan catatan waktu 2 jam 6 menit 2 detik. Kelas Olimpic Distance Putri; Juara I Rosanna Bille dengan catatan waktu 2 jam 13 menit 43 detik Juara II Eva Desiana dengan catatan waktu 2 jam 16 menit 34 detik Juara III Inge Prasetyo dengan catatan waktu 2 jam 21 menit 58 detik Kelas Sprint Distance Putra; Juara I Andi Gumilang dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 32 detik Juara II ‘Rori Satria Putra dengan catatan waktu 1 jam 2 menit 11 detik Juara III Hari Rohman dengan catatan waktu 1 jam 2 menit 34 detik. Kelas Sprint Distance Putri Juara I Sarah Virginia dengan catatan waktu 1 jam 11 menit 2 detik Juara II Tara Kumari Subba dengan catatan waktu 1 jam 15 menit 12 detik Juara III Luthfilah Reindra Madjid dengan catatan waktu 1 jam 17 menit 1 detik. Kelas Duathlon Putra; Juara I Ridwan dengan catatan waktu 1 jam, 6 menit 38 detik Juara II Rori Satria Putra dengan catatan waktu 1 menit 38 detik Juara III Rahmat Azwar dengan catatan waktu 1 jam 9 menit 24 detik. Kelas Duatlon Putri; Tara Kumari Subba dengan catatan waktu 1 jam 40 menit 2 detik

Rangkaian Kegiatan Dinas Pariwisata Sumbar Dalam Sukseskan HPN 2018

 

Dalam rangka mengsukseskan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang dilaksanakan di Padang Sumatera Barat, Dinas Pariwisata Sumbar melaksanakan berbagai kegiatan. Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan pihaknya menyiapkan perjalanan wisata untuk 72 orang wartawan peserta Hari Pers Nasional (HPN) 2018, masing-masing dua orang per provinsi.

Wartawan itu nanti akan dibawa berkeliling mengunjungi destinasi wisata unggulan Sumbar selama dua hari 5-6 Februari. Destinasi itu seperti Jam Gadang di Bukittinggi, Danau Maninjau di Agam, Harau di Limapuluh Kota, dan Istana Pagaruyung di Tanah Datar. Saat ini, menurut dia ada beberapa pemerintah kabupaten/kota yang bersemangat mengembangkan destinasi seperti Solok Selatan dengan Seribu Rumah Gadang dan Gua Batu Kapal dan Sijunjung dengan Silokeknya.

Ada pula destinasi yang telah mendapatkan pengakuan internasional seperti Nagari Tuo Pariangan. Kemudian destinasi yang didorong oleh masyarakat seperti Nyarai di Padang Pariaman dan Sumpur juga berpotensi untuk menarik minat peserta HPN. Destinasi yang sudah lama dikenal seperti Mandeh di Pesisir Selatan, sejumlah destinasi di Padang, Pariaman, Agam, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Batusangkar dan Sawahlunto dan Solok juga bisa menjadi tujuan kunjungan peserta HPN.

Namun karena keterbatasan waktu, tidak semua destinasi yang bisa dikunjungi dalam perjalanan wisata untuk peserta HPN. Tetapi peserta mungkin bisa menikmati destinasi itu secara mandiri. Rangkaian itu berlanjut pada pekan HPN 1-8 Februari dan puncak pelaksanaan 9 Februari yang rencananya dihadiri langsung Presiden Joko Widodo.

Berikut rangkaian kegiatan Dinas Pariwisata Dalam Memeriahkan HPN 2018 :

 

Lomba Foto, video & pameran destinasi dan infrastruktur Sumbar

tanggal (06.sd 09) Februari
2018 pada pukul 04.00 s.d 17.00 Wib

Karya kolosal Malin Kundang “Panyangek Siso Api”

Tanggal 6 Februari 2018 pukul 17.00 wib

Penampilan Elli Kasim dan Upiak Isil
Tanggal 6 Februari 2018 pukul 20.00 Wib di Muaro Lasak

Penampilan Kotak Band dan IP Band
Tanggal 7 Februari 2018 pukul 20.00 Wib lokasi Muaro Lasak

Pertunjukan Rabab, Gamad dan Pasambahan Makan, pada makan bajamba
Tanggal 8 Februari 2018 pukul 20.00 Wib di Museum Adityawarman

Pertunjukan/ baca puisi dan peluncuran buku puisi
Tanggal 7 Februari 2018 pukul 20.00 Wib lokasi Taman Budaya

Acara puncak
– Tari pasamabahan
– Paduan suara
– Tari nusanara
– Randai kreasi
– Galembang dalam ritme
Tanggal 9 Februari 2018 lokasi Dinau Cimpago

Fam Trip Sumatera Barat
–    Tanggal 5 s.d 7 Februari 2018
–    Lokasi (Kota Padang, Tanah Datar, 50 Kota, Bukittinggi dan Agam.

www.mediawawasan.com