204.217 Wisatawan Kunjungi Sejumlah Objek Wisata di Agam Selama Libur Lebaran

Lubukbasung – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan sebanyak 204.217 wisatawan mengunjungi objek wisata di daerah itu selama libur Lebaran 1439 Hijriah.

“Mereka mengunjungi 19 objek wisata di daerah itu, dan data ini diambildari 15-20 Juni 2018,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Jupri didampingi Kabid Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata, Atriswan di Lubukbasung, Jumat.

Ia mengatakan ke 204.217 pengunjung itu berasal dari wisatawan nusantara 204.217 orang dan wisatawan mancanegara 124 orang.

Ini berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas dari Dinas Pariwisata di 19 objek wisata itu selama enam hari.

Ke 19 objek wisata itu yakni Objek Wisata Bandar Mutiara dengan kunjungan 1.148 orang, Pantai Tiku 49.017 orang, Lubas Wisata 3.974 orang, Lembah Segar 5.996 orang.

Sementara di Objek Wisata Muko-muko 33.548 orang, Air Terjun Bukik Batu Alang 1.779 orang, Museum Buya Hamka 664 orang, Ambun Tanai 3.632 orang, Lawang Park 6.161 orang.

Lalu Tigo Balai Nan Basa 5.574 orang, Puncak Lawang 35.386 orang, Janjang Koto Gadang 1.768 orang, Taman Raya Balingka 2.350 orang, Lereng Singgalang 4.116 orang.

Selain itu Sungai Tanang 2.245 orang, Sonsang 33.447 orang, Tarusan Kamang 582 orang, Bunga Raflesia 43 orang dan Ikan Sakti Sungai Janiah 12.797 orang.

“Pantai Tiku, Muko-muko, Puncak Lawang, Sonsang dan Ikan Sakti Sungai Janiah merupakan daerah yang paling ramai dikunjungi,” katanya.

Selama libur lebaran, tambahnya, tidak ada keluhan dari para pengunjung terkait biaya masuk, parkir dan pelayanan.

Ini mengingat sebelum libur lebaran semua pengelola objek wisata telah dikumpulkan agar merekatidak memungut biaya mahal, melayani pengunjung dengan baik dan lainnya.

“Kita telah melakukan antisipasi sebelum libur lebaran datang, sehingga tidak ada keluhan,” katanya.

Salah seorang pengunjung Feri Saputra (36), berharap pemerintah terus meningkatkan pengawasan ke objek wisata untuk meminimalkan keluhan pengunjung.

Sementara bagi pengelola objek wisata untuk meningkatkan pelayanan.

“Apabila ini terwujud maka kunjungan dipastikan akan meningkat karena kami yang mengunjungi objek itu akan mempromosikan di daerah kami,” katanya.

Sumber : sumbar.antaranews.com