2018, Solok Selatan Kembali Jadi Tuan Rumah Finish Tour De Singkarak

Padang – Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, pada tahun ini kembali dipercaya sebagai tuan rumah finish “Tour de Singkarak” yang bakal dihelat pada November mendatang.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Solok Selatan, Harri Trisna saat dikonfirmasi dari Padang, Kamis, daerah dengan ikon pariwisata kampung adat “Saribu Rumah Gadang” tersebut direncanakan menjadi lokasi finish para pebalap yang melakukan start di Padang Panjang.

“Kami belum mendapat kepastian apa di etape III atau etape V,” ujarnya.

Panitia, sebutnya telah melakukan survei awal pada pekan lalu. Dan menurut rencana bakal ada survei lanjutan pada September dan Oktober menjalan event balap sepeda internasional itu digelar.

Tour de Singkarak 2018 sendiri dijadwalkan digelar 3-11 November 2018.

Keterlibatan awal Solok Selatan sebagai tuan rumah balap sepeda yang masuk dalam balapan resmi Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) pada 2013.

Kala itu kabupaten yang berbatasan dengan Kerinci, Jambi itu, menjadi lokasi finish dan langsung menyabet kabupaten dengan penonton terbanyak.

Pada 2016, akibat kondisi jalan yang tidak layak untuk menjadi rute balap sepeda karena rusak, kabupaten itu batal menjadi tuan rumah TdS untuk keempat kalinya.

Dan 2017, kabupaten pemekaran dari Kabupaten Solok pada 2004 itu kembali dipercaya menjadi lokasi finish event akbar yang digelar setahun sekali ini.

“Dan tahun ini Solok Selatan kembali ikut serta sebagai tuan rumah TdS,” ujar Harri.

Dalam menyembut para pebalap, ofisial, panitia nasional dan jurnalis, sebutnya akan digelar pagelaran kesenian setempat seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyebutkan TdS 2018 mulai start awal di Kota Bukittinggi dan finish di Pariaman.

Pada pelaksanaan TdS tahun ini, dua kabupaten mundur sebagai tuan rumah, yakni Pasaman Barat yang tengah fokus berupaya mentas dari predikat daerah tertinggal.

Kemudian Padang Pariaman yang tengah mempersiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi pada akhir tahun ini.

Mundurnya dua kabupaten tersebut, mempengaruhi jumlah etape lomba yang semula berjumlah sembilan.

Sumber : sumbar.antaranews.com, 📷: genwitiongkok